Senin, 03 Juli 2017

Backpacker mudah ke Nusa Penida, Cekidot!

Backpacker mudah ke Nusa Penida, Cekidot!






Pulau Bali? Mungkin kalian sangat familiar bukan sama pulau yang mempunyai sederetan pantai yang indah ini? kalo Nusa penida bagaimana? mungkin di beberapa orang belum begitu familiar tapi bagi kalian yang suka travelling, backpacker pasti nggak asing kan sama yang namanya Nusa Penida, nah saya ingin share tentang pengalaman saya di Nusa Penida beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 19 – 23 Mei 2017, sebenarnya ini liburan saya yang di sponsori teman saya jadi saya ke Bali dan Nusa Penida ini gratis tis tis dan tentunya saya juga ingin berbagi informasi bagaimana caranya backpacker murah ke Nusa Penida  dan tempat mana saja yang recomended untuk dikunjungi.


Okay saya mulai dari perjalanan saya di tanggal 18 Mei 2017 saya start dari Yogyakarta naik kereta Logawa jam 08.57 dengan harga tiket 94.000 tujuan ke probolinggo (ya, karena teman saya stay disana) kemudian saya menginap semalam disana untuk istirahat ya bayangin aja ya naik kereta selama 8,5 jam bikin badan pegel pegel jadi recovery badan dulu.


Tanggal 19 Mei 2017 kami berangkat naik motor menuju ke Denpasar tentunya langsung menuju ke Sanur, kami dari probolinggo sekitar jam 9an sampai di banyuwangi kita makan siang dan istirahat dulu santai santai, siang sekitar jam 2 kalau nggak salah kita nyebrang ke gilimanuk kurang lebih sih 20-45 menit ya tergantung cepat lambatnya kapal antri apa enggak masuk ke dermaga, oh ya untuk tiket kapal fery murah yaitu 24.000 untuk 2 orang dengan kendaraan motor, kurang lebih sejam diatas kapal menikmati birunya laut, langit dan lamanya kapal masuk ke dermaga sekitar jam 3 kita sudah sampai  di pelabuhan Gilimanuk, sebelum keluar dari pelabuhan kita akan di cek STNK, SIM, KTP jadi temen temen jangan lupa bawa kelengkapan surat surat ya kalau naik motor dan kemudian kami langsung melanjutkan perjalanan ke Denpasar ditempuh selama 3-4 jam tergantung ngebut apa nggak, apesnya kita waktu di jalan kena tilang polisi maklum temen saya kan pembalap yang nggak tau aturan hahahha (maaf), karena nerobos lampu merah otomatis STNK di tahan ya mau gimana lagi di nego pun susah akhirnya yaudah kita tetep lanjut perjalanan masalah STNK urus belakangan, sampai di Denpasar tepatnya deket sanur sekitar jam 7 kurang kita cari penginapan yang murah sekitaran situ dengan harga 150.000/hari dengan fasilitas kasur spring bad, kamar mandi, kipas angin, lumayanlah buat backpacker kayak kita, (kalau saya biasanya cuma pakai SB sama sleeping pad dah tidur di pinggir jalan gratis, berhubung di sponsori makanya di berikan tempat yang lebih layak)


Pagi harinya di tanggal 20 Mei 2017 kami langsung check out dari penginapan, sarapan dan langsung cus menuju pantai Sanur pagi jam 06.30 WITA kami sudah jalan jalan cari tiket penyebarangan menuju ke Nusa Penida, sebelumnya saya dapat saran/rekomendasi dari temen kalo nyebrang cari kapal “Marutti” harganya paling murah yaitu sebesar 75.000, karena mungkin terlalu pagi kami datang jadi masih banyak yang tutup termasuk penyebrangan kapal marutti itu yang baru buka jam 08.00, dan akhirnya kami cari kapal yang tujuan di Toya Pakeh ada kapal Dwi Manunggal kalo nggak salah dengan harga 100.000 lumayan lebih mahal, telisik demi telisik kalo orang asli bali atau mahir logat/bahasa bali lah harganya 75.000 curang juga sih kenapa nggak di sama ratain kan bikin ngiri kalo tau, berhubung aku orang jawa berbahasa medok ya akhirnya kena 100.000 gapapa lah buat pengalaman ditambah lagi kan saya dibayarin.


Setelah nunggu selama 60 menit akhirnya kapal kami yang jam 08.00 segera berangkat menuju Nusa Penida, kami bersiap menuju ke kapal “bayangan saya kapalnya agak menepi ternyata enggak agak tengah dan kami harus lepas semua sandal, angkat celana setinggi mungkin ya kali dalemnya se paha gue untung gue pake hotpan jadi ya basah dikit lah, belum sampe Nusa Penida udah basah celana dulu” nggak terasa sekitar sejam naik kapal dengan ombak yang sedang sekitar jam 9an kami sampai di pelabuhan Toya Pakeh, di pinggi pelabuhan sudah banyak sekali jasa yang menawarkan ojek dan sewa kamar tapi kami tidak langsung begitu saja menawar mereka, teman kami sebelumnya sudah janjian janjian dan menghubungi sebelum ke nusa penida sebut saja pak Dayat beliau sangat di kenal di kalangan blogger dan instragam, begitu kami sampai kami langsung menghubungi pak dayat buat nyamperin ke pelabuhan disitu tawar menawar harga sewa motor harganya tetep 75.000/hari full bensin karena semua sewa motor di Nusa Penida memang harganya segitu, sebelum itu kami juga minta rekomendasi penginapan yang paling murah karena kami berencana menginap semalam biar puas explore Nusa penida. Sebenarnya pak dayat sendiri menyewakan kamar inap seharga 150.000/malam, tapi karena kami lebih banyak aktivitas diluar dari pada di dalam kamar kami minta rekomendasi kamar inap yang paling murah dan kami direkomendasikan penginapan yang agak dalam (pokoknya di pasar belakang bank BRI ada gang itu masuk ya sekitar situ seharga 100.000/malam dengan fasilitas kasur, kamar mandi, dan kipas angin sederhana memang tapi lumayan nyaman juga tempatnya katanya itu tempat bapak Rohani. Sebelum explore kami tinggal tas carrier kami dan bawa tas yang kecil dan juga bawa barang – barang yang sekiranya berharga kemudian kami melunasi dulu bayar sewa kamar dan motor sudah beres setelah itu kami bersiap meluncur sebelumnya kami juga di rekomendasikan oleh pak dayat untuk explore di bagian timur dulu yang relatif sepi pengunjung dan kami juga disuruh cari desa pelilit karena lokasi wisatanya di daerah sana, karena hari sudah agak siang dan kalo explore bagian barat akan rame sekali okay saya ngikut.


Kami langsung cus yang ke daerah arah timur, naik motor lumayan lama untuk menuju ke desa pelilit itu pun kami berhenti terus untuk tanya desa pelilit sudah dekat atau masih jauh, oh ya menurutku di Nusa Penida ini agak minim petunjuk. Setelah sejam lebih mungkin akhirnya kami sampai di Desa Pelilit dan disana baru ada petunjuk lokasi wisatanya ke pantai atuh, rumah pohon, dan pantai suwehan.


Pertama destinasi yang kita tuju yaitu ke pantai Atuh, masuk ke pantai atuh aja jalannya lumayan jelek saya lupa berapa menit perjalanannya setelah sampai kami parkir motor bayar sebesar 5000 rupiah + ke pantainya 2 orang jadi 15000, kami jalan sudah di suguhi pemandangan yang waow kayak gini, kurang tau apa nama pantainya yang dibawah, kami foto foto disini sepuasnya setelah itu kami baru turun ke pantai atuhnya













Turun ke pantai atuhnya aja harus turun anak tangga yang lumayan curam dan cukup jauh menurutku, waktu naik sih temenku sempet hitung sebanyak 150 lebih anak tangga banyak juga. Okay ini langsung saja foto foto narsis saya di pantai atuh yang terkenal ada batu karang mirip high heels kalau foto dari sisi pojok kiri (saya buta arah soalnya’bingung’)


Setelah kami puas foto foto disini kami tidak berlama lama untuk main air atau neduh, kami terus bergegas untuk menuju ke destinasi selanjutnya agar tidak kesorean, okay pulangnya harus naik tangga yang curam dan jauh ini ngos ngos an banget rasanya apalagi ditambah dengan cuaca yang sangat panas terik gilak pokonya, kami pun cuma minum dan istirahat sebentar dan langsung bergegas pergi menuju ke rumah pohon dan ada view pulau seribu namanya (saya sih nyebutnya kayak di raja ampat gitu viewnya) okay langsung aja ya disini juga bayar 15000 kayaknya saya lupa lupa ingat yaitu bayar 1 motor + 2 orang, kami langsung aja menuju spot fotonya ini dia di rumah pohon dan view pulau seribu












Sudah puas di spot rumah pohon ini kami juga langsung bergegas untuk menuju ke destinasi selanjutnya Pantai Suwehan, aslinya kami sudah capek banget dari jalan yang jelek, naik turun ke pantai atuh kemudian langsung ke rumah pohon yang jalannya juga lumayan jauh seperti tidak ada jeda untuk istirahat sejam atau dua jam ya karena waktu mepet juga jadi kami benar benar atur waktu biar dapat semuanya, okay lanjut lagi yang di pantai suwehan setelah kami tiba disini kami tidak di pungut biaya apapun dan pantai disini sepi pengunjung cuma beberapa orang saja, kami langsung turun jalan ini asli jalannya juga jauh banget mana curamnya lebih parah banget sampai ada yang turun tebing berkali kali, okay untung saja saya sering naik turun seperti ini waktu naik gunung jadi nggak begitu kaget dan nggak mau nyerah saya harus sampai ke pantainya, parahnya saya cuma pakai sandal jepit nggak pake sandal tracking, untung aja sandal jepitnya nggak jebol ini tebingnya saya cuma ada beberapa foto


And finally “ Suwehan Beach”




Sumpah ini pantai bikin mulut gue menganga, garis pantainya lebar banget, bagus banget lah pantainya, the best beach menurutku dan di suwehan ini terkenal dengan batu karang yang mirip dengan simbol Volcom (kalian yang ngaku anak suka belanja di planet surf pasti tau merk volcom dan simbolnya yap..mirip banget sama batu karang ini)


Kalau mau tau spot yang ini kalian harus jalan ke kiri mentok pokonya jauh lewat batu karang2 sambil menikmati deburan ombak laut suwehan ini sumpah keren aku pengen balik kesana lagi, memang bener ya ada pepatah yang berkata kalau pengen pemandangan yang indah harus melewati jalan yang terjal, oh iya di pantai suwehan ini sepi banget cuma ada kami berdua doank, ya bayangin aja siapa juga yang mau turun tebing curam kayak gitu sampe ngesot ngesot pula mungkin hanya beberapa saja yang penasaran dan merasa tertantang juga masa sudah sampai di nusa penida nggak mampir ke suwehan hehehe rugi kalian!








Setelah puas foto foto di sini kami juga nggak lama2 disini soalnya sudah sore juga tambah juga aku agak horor nanti kalo pasang air lautnya trus nggak bisa lewat agak serem juga (jujur aku ada trauma sama ombak, makanya aku nggak begitu berani dekat dekat ombak) okey kita langsung cuss pulang, yang tadinya seneng banget sama pantainya tiba tiba males waktu liat jalan pulang ya karena kami harus manjat manjat tebing dengan bantuan tali tambang, ngurass tenaga banget semua wisata di nusa penida ini, saya lupa berapa lama kami naik yang pasti agak lama karena kami sempat istirahat di tengah perjalanan, setelah sampai diatas kami cuma minum kemudian langsung cus pulang menuju ke pantai crystal bay karena kami nggak ingin ketinggalan momen sunset (katanya disana spot sunset romantis)











Perjalanan sejam lebih mungkin kami akhirnya sampai di pantai Crystal Bay sekitar pukul 5 sore lah, kami istirahat disana di bawah rindangnya pohon kelapa sambil menunggu sunset, oh ya di sekitar pantai ini banyak sekali pohon kelapa disbanding dengan pantai pantai lainnya, setelah momen sunset sudah terekam oleh foto kami langsung pulang menuju penginapan untuk istirahat, mandi dan makan malam kemudian tidur, dan besok mulai explore pantai di bagian barat sampai siang hari saja karena kami sore hari jam setengah 3 harus siap siap balik nyebrang ke sanur jadi kami harus bangun pagi pagi dan explore lebih pagi.

Hari kedua kami explore spot spot pantai di bagian barat ( Pantai Kelingking, angel Billabong, Pasih Uug/broken beach, dan crstyal beach) kami mulai keluar dari penginap sekitar jam 6 cari sarapan dan langsung cus ke zona barat, oh ya kalau mau cari sarapan/makan di Nusa Penida ini di area sekitar pasar harganya relative murah mulai dari 5000 hingga yang mahal, kami juga di kasih petunjuk mending ke spot kelingking dulu yang lokasinya agak jauh dan kalau mau ke arah pantai ini agak membingungkan saya sempat tanya 2 kali dan juga sempet kebablasan juga jadi kalo nggak ada pemandu harus rajin tanya ya untuk belok beloknya, setelah perjalanan sekitar 1-2 jam entahlah yang jelas jauh jalannya ancur, jelek bahkan lebih parah dari yang zona timur kami sampai di “ Kelingking Beach” sekitar pukul 8an kurang kayaknya, masih sepi sekali Cuma ada kami dan penjaga pantai, masuk sini ada biaya sebesar 5000/orang cukup murah kan seperti yang di zona timur, kami langsung menuju spot kelingkingnya untuk mempersingkat waktu

taraaaaa……… amazing bukan, saya langsung nyletuk “ ternyata emang bener bener keren banget ya kayak di foto foto! Ajibb dah…..
kami langsung foto foto ambil spot yang pas, tapi ada yang kurang alami karena sudah ada penambahan pagar berupa bamboo di pinggir pinggir jurang jadi kalo buat foto kurang greget  kurang alami gimana gitu tapi ya mau gimana ini juga untuk safety para wisatawan..well nggak masalah masih tetep keren kok menurutku










Oh ya setelah kami puas foto di atas bukit saya penasaran sama pantainya dan akhirnya kami langsung menuju kebawah sebelumnya juga dapat pesan dari bapak bapak penjaga pantainya kalau tidak usah mandi di lautnya dikarenakan ombaknya  dan bahaya langsung saya tanggapi “oh okay bapak kami hanya mau berfoto saja” setelah turun curam yang cukup jauh tambah panas lagi akhirnya kami sampai di bawah dengan ngos ngos’an (dari zona timur dan barat kalo mau ke pantainya harus turun turun tebing curam nggak ada yang instan)

Foto foto dulu, lari larian, mainan pasir di puasin pokoknya (karena masih pagi dan sepi jadi Cuma ada kami berdua serasa privat beach kan hahahha) tapi kebanyakan orang pada males turun kesini ya iyalah turunannya curamnya kayak gitu mana jauh banget! Tapi best view memang bagus di atas kok, kalo saya kan penasaran sama pantainya jadi harus tetep di datangi walaupun harus susah payah





Kurang lebih sejaman kami disini memutuskan untuk naik kembali dikarenakan waktu mepet juga jadi harus cepat cepat untuk mengunjungi spot berikutnya, dan harus naik nanjak tebing jalanan curam licin juga kurang lebih setengah jam an naik sampai di atas lagi ternyata sudah rame pengunjung da nada rombongan agak kaget ngeliat saya yang keringatan dan mengkilat hitam kali ya kemudian di tanya “turun ke pantainya ya mb” saya jawab “iya bapak saya penasaran pengen liat lautnya.

“ wah berani ya mb jalannya curam banget padahal” saya cuma bilang iya karena penasaran bapak sambil lempar senyum manis campur lemes lelah haus wakakakka “Bercanda” okay kami tidak istirahat lama lama karena langsung bergegas menuju pasih uug dan angel billabong yang katanya 1 lokasi (akhirnya ada yang 1 lokasi) naik motor sekitar setengah jam kayaknya ternyata masih jauh juga tambah jalanan tambah parah jeleknya kalo inget motornya kasian juga disiksa jalanan disini hahaha.

Ini akhirnya kami sampai dan saya kaget kenapa rame sekali kayak pasar (ya kali tempat wisata sudah mendunia tambah hari minggu tambah dah siang juga) seketika mood saya turun ketika mau foto harus antri (jujur saya malas foto antri apalagi yang ditunggu nggak punya perasaan, masa antri foto hampir setengah jam, saya cuma foto beberapa kali saja kemudian langsung menuju ke angel billabong disana juga sama kayak cendol rame banget, karena mood berantakan saya cuma foto beberapa kali di atas dan males turun, trus kami mutusin buat lanjut ke spot lainnya saja sebelum ni lokasi tambah rame banget,, and last kami ke crystal beach lagi buat santai santai disana di bawah pohon kelapa kan lebih syahdu, waktu diparkiran saya juga ditawarin mau snorkeling/diving tidak disini katanya ini pantai spot snorkeling dan diving bagi yang ingin liat ikan mola mola yang katanya hanya ada di Nusa Penida atau liat pari manta ray atau apa lupa namanya pokoknya ikan manta dan saya nggak begitu tertarik ditambah capek juga kami cuma santai santai saja sambil foto foto, nggak terasa juga waktu sudah menunjukan pukul 13.30 kami langsung memutuskan untuk cabut dari pantai crystal bay dan menuju ke penginapan untuk mandi, siap siap dan balik ke sanur.


Ini beberapa foto dokumenatsi di Nusa Penida































Perjalanan Nusa Penida 2 Hari 1 malam Selesai …….

Okay ini untuk rincian harga kasarnya buat pegangan temen temen nanti kalau mau kesana
Harga per bulan Mei 2017

-       Kereta Logawa Yogyakarta – Probolinggo 94.000, lebih enak lagi langsung jogja - banyuwangi ya terus ke pelabuhan

-       Kapal Feri 24.000/motor x 2 = 48.000

-     Kalau posisi kalian di pelabuhan, terminal, bandara atau manapun tujuan pertama adalah menuju ke pantai Sanur, kalau kemalaman bisa menginap di daerah sana

-     Bingung ke pantai sanur naik apa? Di Bali sudah banyak Ojek online yang jelas aman dan bebas dari palak memalak seperti Gojek, Uber, Grab

-     Rata rata harga penginapan di Sanur waktu saya cek di traveloka sih banyak yang murah sekitar 100.000 – ke atas, waktu itu saya dapat harga 150.000/malam

-     Tarif Kapal Fast Boat cari yang kapal Marutti harga 75.000, kalo PP kan 150.000 (buka loket jam 08.00), tetapi kebanyakan kalo yang dari sanur menuju ke nusa penida harganya 100.000 yang selain Marutti hlo ya, soalnya waktu saya berangkat juga kena 100.000 di karenakan saya terlalu pagi datang dan saya wisatawan dari luar bali, kalo yang asli bali atau bisa logat bali kena 75.000 (pilih kasih ye) oh ya kalau punya kenalan guide di penida bisa menghubungi dulu jauh jauh hari nanti bisa dipesankan tiket kapal seharga 75.000 kalo memang kapal marutti full, kemarin saya waktu pulang juga di pesankan tiket seharga 75.000 sama bapak Dayat beliau guide yang menyewakan motor dan merekomendasikan penginapan, makan yang murah, menuju ke wisata mana saja itu bapak dayat the best dia hehehe. Oh ya kalau bisa cari kapal yang tujuannya ke pelabuhan Toyah Pakeh (lebih dekat soalnya)

-     Sewa Motor = 75.000 Full Bensin / hari ( sempat saya tawar tidak boleh karena memang sudah full bensin dan rata rata harga sewa motor segitu) kalo 2 hari 75.000 x 2 = 150.000, rata rata harga bensin 8.000an, pinggir jalan banyak

-       Harga Penginapan paling murah 100.000/hari nama pemiliknya bapak Rohani

-       Harga tiket masuk ke wisatanya rata rata 5.000/orang

-      Untuk makan pagi, malam saya sarankan di sekitar pasar banyak pilihan makanan harga mulai dari 5000 hingga yang mahal.

-       Sinyal di Nusa Penida kurang bagus hanya ada telkomsel, indosat, XL kayaknya

-   Sebelum datang ke Nusa Penida diusahakan searching searching dulu ya lokasi mana saja yang memungkinkan untuk di eksplor selama 2 hari 1 malam tanpa Guide, dan sebelum eksplore usahakan ngobrol dan tanya dulu untuk arah arahya yang lebih detail harus menuju ke desa apa atau belok kemana minta ancer ancer, dan jangan malu bertanya soalnya di nusa penida minim petunjuk

-   Total 717.000 Cukup hemat bukan, ini BELUM TERMASUK tiket balik ke jogja, makan, tiket masuk wisata, parkir, bensin perjalanan dari probolinggo, banyuwangi, nusa penida, jajan dan oleh oleh

Jangan malas membaca ya, Ada yang perlu di tanyakan ke saya silahkan , saya siap membantu,

Setelah perjalanan ke Bali (Nusa Penida) saya pulangnya mampir dulu ke Surabaya untuk mendaki Gunung arjuna



Sekian, Terimakasih Salam Hangat








10 komentar:

  1. Hi ka, salam backpacker.
    Aku boleh minta CP pak dayat kah? :)

    BalasHapus
  2. Hi kaaa
    Aku boleh minta cpnya pak dayat tidak? Atau mungkin nama temepat rental motornya?

    BalasHapus
  3. hai...boleh minta no cp pak dayat?

    BalasHapus
  4. Hay, boleh minta recommend nya.. No pak dayat? Sy mau trip ke nusa penida cuma gatau rute dan kapal yg harus dinaiki. Apalagi dgn cost yg terbatas. Thank review blognyaa semoga bs jd acuan hehe..

    BalasHapus
  5. bagi nomormu neng
    eh nomor pak dayat amaksudnya

    BalasHapus
  6. Ini serius berdua cewek? Naik motor ke Bali? Gilaaaa.. aman ga perjalanannya?

    BalasHapus
  7. hai boleh minta CP pa dayat...

    BalasHapus
  8. Minta no kontak pak dayatnya ka. ����

    BalasHapus